Minggu, 21 September 2008 | 16:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 294 jenis burung di kawasan Hutan Harapan Indonesia, Jambi, ditaksir tinggal 77 jenis, itupun terancam punah. Kondisi ini akibat rusaknya kawasan hutan. "Kami berupaya merestorasi kawasan hutan seluas 101.335 hektare yang 70 persen di antaranya mengalami rusak berat," kata Bambang Irianto, Komisaris PT Restorasi Ekosistem Indonesia, kepada Tempo, Ahad (21/9).
Penyebab punahnya hewan tersebut, kata Bambang, perambahan dan pembalakan liar yang sulit dihentikan. Kawasan hutan tidak hanya merupakan tempat habitat berbagai jenis burung langka dan di lindungi, tapi juga berbagai jenis pohon langka dan unik. Di antaranya kayu Buliandan hewan langka seperti Harimau Sumatera, Tapir, Napu, Beruang, Gajah dan Landak.
Kawasan hutan produksi yang terhampar di dua daerah provinsi, yakni Jambi dan Sumatera Selatani, dulunya merupakan bekas kawasan Hak Pengusahaan Hutan PT Asialog. Setelah ditinggal perusaan ini beberapa tahun lalu menyebabkan kawasan ini berstatus milik pemerintah dan kondisinya tak terawat serta tak terjaga dengan baik.
PT Restorasi Ekosistem Indonesia merupakan perusahaan yang dibiayai Uni Erofa dan Inggris. Insititusi ini telah mendapat izin pengelalaan selama seratus tahun berupaya mengembalikan kawasan ini. Antara lain dengan menjaga dan menanam kembali beberapa jenis kayu yang hampir punah.
Syaipul Bakhori
Topik :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar